Cara Negosiasi Gaji karyawan Swasta/BUMN

Dewasa ini, sebuah pekerjaan adalah salah satu cara dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sebenarnya ada beberapa pilihan dalam memenuhi kebutuhan yaitu bisa lewat karyawan atau menjadi pengusaha. Namun segala jenis cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut berujung pada nominal uang yang didapat.

Menjadi seorang karyawan adalah pilihan pragmatis dan tanpa resiko. Seorang karyawan hanya dituntut patuh pada perusahaan atau intansi terkait tanpa mengeluarkan modal. Berbeda dengan pengusaha yang diharuskan memiliki modal tertentu untuk memulai usaha.

Seorang karyawan dalam bekerja haruslah jeli dalam penentuan nominal gaji. Hal tersebut dikarenakan tujuan dari karyawan untuk bekerja adalah mendapatkan gaji dan itu memang haknya. Bagi lulusan baru, negosiasi gaji fresh graduate untuk menentukan nominal upah yang akan di dapatkan sangatlah penting.

Selain mengincar sebagai pegawai negeri yang terjamin, ada opsi pekerjaan lain yang dapat fresh graduate ambil yaitu sebagai karyawan BUMN dan swasta. Perlu diamati dan dicermati perusahaan terkait apabila seorang fresh graduate ingin melamar pekerjaan di perusahaan swasta atau BUMN.

Dengan tujuan utama sebagai karyawan aspek gaji menjadi hal terpenting yang perlu di cermati. Terutama saat negosiasi gaji dengan hrd, seorang freshgraduate perlu memperhatikan nominal gaji minimum dan maksimum. Pada sebuah lowongan pekerjaan biasanya terdapat dua tipe negosiasi gaji yaitu negoisasi gaji lewat email dan negosiasi saat interview.

Berikut cara negosiasi fresh graduate calon karyawan BUMN atau Perusahaan swasta dalam menentukan nominal gaji yang ideal.

1. Negosiasi gaji lewat email

Kesepakatan antara perusahaan swasta atau BUMN dan calon karyawan biasanya diurusi oleh bagian hrd. Perekrutan calon karyawan pun dapat dilakukan melalui cara digital. Yaitu dengan menggunakan media sosial, website lowongan pekerjaan dan website perusahaan terkait.

Rekrutmen tipikal ini mengharuskan seorang calon karyawan mengirimkan dokumen elektronik dan di submit melalui pesan elektronik atau email. Kemudian hrd dari sebuah perusahaan melakukan screaning awal dokumen administrasi yang telah ditentukan. Setelah itu pihak hrd bias melakukan wawancara via pesan elektronik bagi kandidat.

Dalam wawancara ini bisanya para calon karyawan diharuskan menjawab pertanyaan melalui form elektronik. Yang perlu diperhatikan ketika mengisi form ini adalah pertanyaan tentang skill dan nominal gaji. Dalam hal pertanyaan negosiasi gaji lewat email ini biasanya terdapat ambang batas minimum dan maksimum.

Namun ada pula yang menanyakan langsung nominal gaji pada calon karyawan. Dalam menentukan nominal gaji, seorang calon karyawan harus mengetahui upah minimum regional dari tempat perusahaan itu berada. Lalu dengan skill yang dimiliki maka seorang calon karyawan dapat memberikan nominal atau kisaran gaji yang di inginkan.

2. Negoisasai gaji saat interview

Dalam rekrutmen calon karyawan perusahaan  swasta atau BUMN terdapat tahap lanjutan apabila proses administratif terpenuhi. Tahap lanjutan ini merupakan wawancara kerja bagai calon karyawan.

Tahapan ini sangatlah vital bagian calon karyawan karena menentukan lolos tidaknya calon karyawan tersebut. negosiasi gaji saat wawancara kerja juga menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh calon karyawan.

Kesepakatan ini biasanya di lontarkan hrd setelah calon karyawan mempresentasikan diri. Tentunya bagi calon karyawan harus dengan tegas menjawab pertanyaan tentang nominal gaji tersebut.

Dengan pertimbangan skill dan upah minimal maka nominal yang sesuai harus tepat. Meski sebenarya dalam negoisasai saat interview ini hanyalah uji kepantasan bagi calon karyawan. Karena dari pihak hrd sudah mengantongi nominal yang menjadi standart perusahaan.

Photo by vaea Garrido on Unsplash

Photo by PiggyBank on Unsplash

Scroll to Top