Kalkulator Estimasi Kenaikan Gaji

Photo by Frank Busch on Unsplash

Kalkulator ini membantu Anda untuk mengestimasi nilai gaji bulanan Anda dalam periode tertentu dan saat Anda mencapai usia pensiun normal.

Estimasi gaji bulanan saat periode tertentu membantu Anda untuk merencanakan pencapaian tujuan keuangan Anda lainnya, seperti rencana pendidikan anak, rencana pembelian tempat tinggal, rencana pembelian kendaraan dan rencana keuangan lainnya.

Sedangkan estimasi gaji sebulan saat usia pensiun normal membantu Anda menghitung seberapa besar nilai pesangon pensiun normal sesuai UUK 13/2003.

Konsep perhitungan kalkulator berdasarkan rumus perhitungan matematika keuangan tentang nilai waktu atas uang (the time value of money) di pembahasan mengenai bunga majemuk.

Jika P adalah gaji Anda sebulan saat ini (Rupiah), i merupakan asumsi kenaikan gaji per tahun (%), dan n merupakan periode kenaikan gaji (tahun). Maka S adalah estimasi nilai gaji Anda sebulan saat periode ke-n tahun dari sekarang (Rupiah).

S = estimasi nilai gaji sebulan saat periode ke-n tahun (Rp)

P = nilai gaji sebulan saat ini (Rp)

Baca Juga   Bekerja di Bagian Keuangan, Akuntansi, atau HRD? Ketahuilah 3 Fakta tentang Imbalan Kerja sesuai PSAK-24.

i = asumsi kenaikan gaji per tahun (%)

n = periode kenaikan gaji (tahun)

Rumus perhitungan diatas mengasumsikan kenaikan gaji terjadi satu kali setahun.

Kenaikan gaji seorang karyawan di satu perusahaan bertujuan untuk dapat mengejar faktor inflasi atau kenaikan barang dan jasa yang terjadi setiap tahunnya.

Tentu tidak semua karyawan mengalami kenaikan gaji setiap tahun, ada beberapa karyawan dengan level manajerial yang tidak mengalami kenaikan gaji setiap tahun karena gajinya sudah cukup tinggi. Namun secara rata-rata dapat dihitung pertahun nya berapa persen kenaikan gaji tersebut.

Jika seorang karyawan saat pertama kali bekerja memiliki gaji Rp 1,000,000,-, kemudian pada tahun kedua dia bekerja mengalami kenaikan sebesar 10%, maka gaji karyawan tersebut akan menjadi Rp 1,100,000,-.

Nilai ini didapatkan dari gaji awal Rp 1,000,000,- ditambah Rp 100,000,-, yang berasal dari 10% gaji awal Rp 1,000,000,-.

Secara umum kenaikan gaji untuk satu tahun dengan kenaikan gaji sebesar i akan menjadi (1+i) per 1 rupiah. Dalam contoh kita diatas, i sebesar 10%, sehingga nilai 1 rupiah akan berkembang menjadi 1.10 rupiah:

1 + 0.10 = 1.10

Rp 1.1 per 1 rupiah gaji awal. Karena gaji kita Rp 1,000,000,-, maka nilai gaji yang baru setelah mengalami kenaikan adalah:

Rp 1,000,000,- x 1.10 = Rp 1,100,000,-

Gaji baru setelah kenaikan adalah Rp 1,100,000,- . Jika pada tahun kedua persentase kenaikan gaji sama dengan sebelumnya yaitu sebesar 10%, maka penambanhan gaji sebesar 10% dari gaji Rp 1,100,000,- adalah:

Rp 1,100,000,- x 0.10 = Rp 110,000,-

Sehingga gaji d itahun kedua setelah kenaikan sebesar 10% per tahun adalah menjadi Rp 1,210,000,-, yang didapatkan dari:

Rp 1,100,000,- + Rp 110,000 = Rp 1,210,000,-

Begitu seterusnya untuk kenaikan di tahun-tahun berikutnya.

Photo by Frank Busch on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email