Pensiun Dini Karyawan Swasta dan BUMN: Syarat, Rumus dan Simulasi Perhitungan

Photo by Elizeu Dias on Unsplash

Seorang teman berkata “Saya baru di pensiun dini-kan oleh perusahaan tempat saya bekerja bulan lalu”.

Kata “pensiun dini ” pada ungkapan seorang teman diatas seyogyanya adalah bahwa teman itu baru di terminasi atau baru mengalami pemutusan hubungan kerja dari perusahaannya karena alasan efisiensi atau alasan lainnya.

Pensiun Dini berarti juga pensiun lebih awal atau lebih cepat dari usia pensiun normal.

Ada banyak pengertian pensiun dini yang dipahami oleh masyarakat umum.

Selain pengertian pada ungkapan seorang teman diatas, pengertian pensiun dini lainnya adalah sbb:

Pensiun Dini untuk tidak bekerja lagi di perusahaan.

“Seorang karyawan memilih untuk pensiun dini dari perusahaan tempat bekerja untuk berwiraswasta dan tidak akan lagi bekerja di suatu perusahaan”.

Pemahaman pensiun dini pada ungkapan diatas merupakan pemahaman yang diadopsi dari istilah early retirement yang dipahami secara umun di masyarakat Amerika, bahwa orang yang pensiun dini disana tidak akan bekerja lagi namun mereka memilih untuk menikmati hidup (misalkan keliling dunia) dari tabungan yang sudah disiapkan oleh mereka. Atau istilah yang populer nya adalah FIRE (Financial Independent Retire Early).

Sepertinya FIRE ini sulit diterapkan di Indonesia, sehigga ketika ada karyawan yang pensiun dini dari suatu perusahaan untuk tidak lagi bekerja di perusahaan, biasanya mereka akan “bekerja” kembali dengan berwiraswasta.

Pensiun Dini/ Pensiun Dipercepat sebagai salah satu jenis manfaat pensiun di program Dana Pensiun.

Dalam Program Dana Pensiun, baik Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), dikenal juga istilah pensiun dini atau istilah resminya di Peraturan Dana Pensiun adalah Pensiun Dipercepat.

Pensiun Dini atau Pensiun Dipercepat dalam Program Dana Pensiun merupakan salah satu manfaat pensiun yang dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum mencapai usia pensiun normal.

Biasanya usia pensiun dipercepat dalam Program Dana Pensiun ditentukan maksimal 10 tahun sebelum pensiun normal. Jika usia pensiun normal di Program Dana Pensiun adalah 55 tahun, maka usia pensiun dipercepat nya adalah minimal 45 tahun.

Baca Juga   13 Jenis PHK dan imbalannya menurut UU Ketenagakerjaan No. 13/2003. Ada Imbalan Pensiun Dini dan Resign juga

Pensiun Dini sebagai salah satu imbalan di Peraturan Perusahaan atau di PKB.

Pemahaman pensiun dini yang akan dibahas oleh penulis dibawah ini adalah pengertian pensiun dini yang merupakan salah satu jenis imbalan pasca kerja yang diatur di peraturan perusahaan atau di perjanjian kerja bersama. Dan menjadi bagian dari imbalan pasca kerja lainnya seperti pensiun normal, cacat/sakit berkepanjangan, meninggal dunia dan mengundurkan diri baik-baik.

Imbalan pensiun dini tidak diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003 atau pada Omnibus Law Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan Tahun 2020.

Imbalan pensiun dini juga tidak selalu ada di peraturan perusahaan atau di perjanjian kerja bersama perusahaan. Hanya beberapa perusahaan yang mengatur imbalan ini secara tertulis di peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama mereka.

Konsep adanya imbalan pensiun dini ini kurang lebih sama dengan imbalan mengundurkan diri baik-baik, bahwa pengajuan atas imbalan ini dari sisi karyawan.

Skema imbalan yang umum digunakan oleh perusahaan yang mengatur imbalan pensiun dini adalah dengan cara mengaitkan usia dan atau masa kerja karyawan sebagai syarat pengajuan pensiun dini oleh karyawan swasta/BUMN.

Untuk syarat usia pensiun dini, biasanya diadopsi dari syarat usia pada manfaat pensiun dipercepat dalam Program Dana Pensiun diatas tadi.

Contoh syarat pensiun dini karyawan yang digunakan perusahaan swasta/BUMN yang menerapkan imbalan pensiun dini di perusahaannya adalah sbb:

  • Minimal usia 45 tahun
  • Minimal usia 50 tahun
  • Minimal masa kerja 10 tahun
  • Minimal masa kerja 15 tahun
  • Minimal masa kerja 20 tahun
  • Minimal masa kerja 25 tahun

Atau syarat pensiun dini karyawan swasta / BUMN merupakan kombinasi dari usia dan masa kerja sbb:

  • Minimal usia 45 tahun dan masa kerja minimal 10 tahun
  • Minimal usia 45 tahun dan masa kerja minimal 15 tahun
  • Minimal usia 45 tahun dan atau masa kerja minimal 20 tahun
  • Minimal usia 45 tahun dan atau masa kerja minimal 25 tahun
Baca Juga   Pesangon PHK Sesuai UUK 13/2003 sebesar 32 kali Upah. Apakah Benar?

Selain kriteria diatas, ada syarat lainnya yang biasanya dijadikan kriteria imbalan pensiun dini ini, yaitu harus ada persetujuan oleh manajeman.

Proses persetujuan ini sebagai filter atau saringan dari manajeman perusahaan untuk mencegah karyawan yang produktivitas nya tinggi atau berkinerja baik keluar dari perusahaan. Walaupun karyawan tersebut sudah memenuhi kriteria usia dan masa kerja diatas.

Di sisi lain, tujuan dari adanya imbalan pensiun dini di suatu perusahaaan adalah sebagai wadah atau cara untuk melakukan reorganisasi di perusahaan tersebut jika suatu saat diperlukan.

Selain itu juga dapat jadi ruang untuk perusahaan mengganti angkatan kerja yang dirasa produktivitas nya kurang baik diganti dengan angkatan kerja karyawan yang produktivitasnya masih tinggi, atau bekerjanya masih semangat.

Rumus pensiun dini (perhitungan pesangon) karyawan swasta dan BUMN

Lalu bagaimana dengan besar imbalan pensiun dini ini?

Biasanya beberapa perusahaan memberikan imbalan pensiun dini sama dengan besar imbalan pensiun normal. Namun ada juga perusahaan yang memberikan imbalan pensiun dini lebih kecil dari imbalan pensiun normal.

Misalkan jika imbalan pensiun normal di perusahaan tersebut adalah sebesar 115% x (2 x UP + 12 x UPMK) – yang merupakan imbalan sesuai dengan UUK 13/2003 – maka imbalan pensiun dini juga sebesar 115% x (2 x UP + 1 x UPMK).

Untuk imbalan yang lebih kecil dari pensiun normal, misalkan jika imbalan pensiun normal di perusahaan tersebut adalah sebesar 115% x (2 x UP + 1 x UPMK) – yang merupakan imbalan sesuai dengan UUK 13/2003 – maka imbalan pensiun dini yang lebih kecil dari imbalan pensiun normal tersebut adalah sebesar atau 115% x (2 x UP + 1 x UPMK) x 80% atau 115% x (1 x UP + 1 x UPMK).

Berikut adalah kalkulator simulasi perhitungan pesangon pensiun dini untuk setiap rumus imbalan diatas.

Print Friendly, PDF & Email