4 Perbedaan Mendasar Antara Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Photo by Dan Dimmock on Unsplash

Untuk sebagian besar pekerja, pasti sudah sering mendengar istilah Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Persamaan dari dua dokumen ini merupakan dokumen yang sama-sama mengatur mengenai tata tertib dan imbalan kerja di satu perusahaan. Namun, tahukah Anda, PP dan PKB tersebut merupakan dua dokumen yang berbeda. Lalu apa sajakah perbedaan-perbedaan dari PP dan PKB ini? Berikut adalah beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui antara kedua dokumen tersebut.

#1 Pihak yang terlibat

PP merupakan produk dari satu pihak, dalam hal ini perusahaan. Perusahaan membuat peraturan untuk dipatuhi oleh pekerjanya. Sedangkan untuk PKB, pihak yang terlibat untuk membuat perjanjian tersebut adalah dari 2 (dua) pihak, yaitu pekerja yang diwakili oleh serikat pekerja dan pihak perusahaan.

Sebenarnya secara eksplisit sudah dapat diketahui, bahwa peraturan biasanya dibuat oleh pihak yang berkepentingan untuk mengatur pihak lain. Sedangkan perjanjian merupakan produk kesepakatan antara 2 (dua) pihak.

Dari sini juga dapat diketahui, jika di satu perusahaan memiliki serikat pekerja, biasanya mereka memiliki PKB, dan sebaliknya jika tidak memiliki serikat pekerja, maka hanya PP saja yang mengatur mengenai imbalan kerja di perusahaan tersebut.

Walaupun demikian, PP dan PKB harus disahkan oleh Kemenaker. Dengan demikian selain pihak-pihak diatas, ada satu pihak lagi yang terlibat pada pembuatan PP dan PKB, yaitu pihak regulator, dalam hal ini pemerintah melalui Kemenaker.

Baca Juga   Kalkulator Estimasi Kenaikan Gaji

#2 Banyaknya Imbalan Kerja

Jika dilihat dari imbalan kerjanya, PP biasanya memiliki imbalan yang standar sesuai dengan minimal yang diatur dalam UUK 13/2003, sedangkan PKB biasanya memiliki imbalan kerja lebih dari “biasanya” (lebih banyak dan bervariasi imbalan kerjanya) dari yang diatur dalam UUK 13/2003.

Hal ini dapat dimaklumi, bahwa PP biasanya dibuat “hanya” untuk memenuhi standar di UUK 13/2003 saja, karena dalam hal ini satu pihak saja (perusahaan) yang membuatnya. Pekerja hanya bisa “nrimo” saja apa yang diatur dalam PP tersebut, pekerja kadang tidak terlibat langsung dalam tahap pembuatannya.

Sedangkan PKB merupakan produk “tawar menawar” antara serikat pekerja dan perusahaan. Serikat pekerja biasanya memiliki network yang bagus dan memilki “power” yang lebih besar, mereka juga memiliki bahan perbandingan terkait dengan imbalan kerja di serikat kerja lainnya yang satu industri dengan mereka.

#3 Kedetailan

Seperti yang telah disinggung diatas, biasanya PP dibuat hanya “disamakan” dengan UUK 13/2003. Oleh karena itu, dalam penyusunannya biasanya selalu disebutkan imbalan kerja “merujuk ke UUK 13/2003”. Sedangkan di PKB, dibuat secara detail. Misalkan untuk imbalan pensiun, disebutkan “imbalan disesuaikan dengan pasal sekian ayat sekian di UUK13/2003”.

Dan kadang-kadang apa yang diatur di PP tidak begitu jelas, berbeda dengan di PKB, imbalan kerja disebutkan sedetail mungkin, hal ini untuk menghindari miss intrepretasi di kemudian hari.

Baca Juga   13 Jenis PHK dan imbalannya menurut UU Ketenagakerjaan No. 13/2003. Ada Imbalan Pensiun Dini dan Resign juga

Untuk kedetailan, seharusnya PP mengikuti pola PKB dalam pengaturan suatu aturan atau imbalan kerja. Hal ini perlu, supaya tidak ada perselisihan industrial antara pengusaha dan pekerja dikemudian hari. Jangan sampai potensi perselisihan industrial semakin besar di kemudian hari, hanya karena seseorang yang bertugas menyusun PP “malas” mengetik secara detail aturan dan imbalan kerja di PP.

Jangan jadikan PP sebagai produk aturan yang “nice to have” saja, yang sekedar memenuhi minimum compliance dari regulator.

#4 Jenis Industri dan jumlah karyawan

Selain beberapa perbedaan diatas, biasanya jenis industri juga dapat dijadikan salah satu faktor perbedaan PP dan PKB.

PKB biasanya ada di jenis industri manufaktur padat karya. Atau dengan kata lain jumlah karyawan nya cukup banyak. Jarang sekalli perusahaan yang memiliki karyawan sedikit memiliki aturan dalam bentuk PKB.

Sedangkan PP biasanya dimiliki oleh perusahaan yang umum dalam bidang jasa dan biasanya karyawan nya tidak banyk.

Itulah beberapa perbedaan antara PP dan PKB. Mungkin masih ada perbedaan yang lainnya. Semoga berguna.