Cara Menghitung Imbalan Pesangon PHK Karena Efisiensi sesuai UUK 13/2003. Ada Kalkulatornya Juga.

Photo by kate.sade on Unsplash

Saat keadaan bisnis tidak memungkin lagi untuk bertahan di keadaan pandemi pada tahun 2020. Beberapa perusahaan memilih untuk melakukan efisiensi dengan cara melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya.

Sebagai karyawan yang bekerja di satu perusahaan, tentu kita tidak ingin jadi bagian dari karyawan yang di putus hubungan kerjanya.

Namun, jika hal itu terjadi kepada kita, kita hanya dapat berdoa semoga kita mendapatkan pekerjaan kembali saat keadaan sudah kembali membaik kelak.

Bagaimana dengan jumlah imbalan pesangon PHK yang akan kita dapatkan dari pemutusan hubungan kerja tersebut?

Jika Anda mengalami kejadian PHK di tahun 2020 ini, per September 2020 ini, ketentuan aturan PHK atau aturan pemerintah tentang imbalan pesangon masih berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 (UUK 13/2003). Belum berdasarkan Omnibus Law Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan. Karena sampai dengan tulisan ini di publish, DPR masih membahas draft Omnibus Law tersebut.

Cara Menghitung Imbalan Pesangon PHK 2020

Berikut adalah cara menghitung imbalan pesangon karyawan swasta atau BUMN sesuai UUK 13/2003 tentang imbalan pesangon (undang undang tenaga kerja tentang phk):

Baca Juga   Bekerja di Bagian Keuangan, Akuntansi, atau HRD? Ketahuilah 3 Fakta tentang Imbalan Kerja sesuai PSAK-24.

Sebuah Epilog

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa skema pemberian imbalan pesangon PHK di undang undang tenaga kerja tentang imbalan pesangon PHK (uu no 13 tahun 2003 tentang imbalan pesangon PHK) adalah lumpsum atau secara sekaligus.

Jumlah pesangon hasil perhitungan diatas akan Anda dapatkan secara sekaligus, tidak di cicil per bulan (kecuali ada perjanjian lain antara karyawan dan perusahaan karena keadaan perusahaan).

Menurut psikologi, kita sebagai manusia, akan lebih memilih untuk menghabiskan sejumlah uang yang nilai nya cukup besar di depan mata daripada menabung uang tersbut.

Sekedar mengingatkan bahwa uang pesangon yang Anda dapatkan itu, merupakan kompensasi atas tahun-tahun masa kerja Anda bekerja di perusahaan itu. Jangan sampai dihabiskan semua dalam waktu sekejap mata untuk hal-hal konsumtif. Simpanlah sebagian besar dari uang pesangon itu, sebagian kecil lainnya dapat digunakan sebagai pengganti gaji bulanan Anda yang hilang karena tidak lagi bekerja.

Jika Anda berniat kembali bekerja setelah keadaan membaik, tabunglah sebagian imbalan pesangon PHK Anda untuk digabungkan dengan imbalan PHK pesangon pensiun normal di perusahaan baru nanti.

Sumber pendapatan sebagian besar karyawan swasta dan BUMN untuk masa pensiun adalah sebagai berikut;

  • imbalan PHK pesangon sesuai UUK13/2003;
  • uang jaminan pensiun dari BPJamsostek;
  • tunjangan hari tua dari BPJamsostek

Selain 3 sumber diatas, ada satu atau dua tambahan sumber pendapatan untuk beberapa perusahaan swasta dan BUMN.

Sesuai dengan literatur dan studi, total dari ketiga sumber pendapatan diatas masih belum cukup untuk masa pensiun kita nanti. Apa jadinya jika salah satu sumber tersebut kita habiskan semua untuk membeli hal-hal konsumtif.

Selalu ingat, uang pesangon PHK yang Anda dapatkan, sejatinya adalah digunakan untuk tahun-tahun masa pensiun Anda nanti.

Photo by kate.sade on Unsplash

Print Friendly, PDF & Email